“Dirumah Tak Berarti Melemah”

PAMERAN VIRTUAL POSTER GRAFIS 

 

PEMBUKAAN PAMERAN
24 JUNI 2020
PUKUL 16.00-17.30 WIB

DI AKUN YOUTUBE GUDSKUL

DURASI PAMERAN
25 JUNI – 25 JULI 2020

www.gallery.gudskul.art

Pengantar Kuratorial

 

“Jaga Jarak” dan “Bekerja Dari Rumah” adalah dua semboyan yang selalu menggaung akhir-akhir ini ketika pandemi mulai mewabah diseluruh penjuru dunia. Peraturan baru serta protokol pencegahan dan pembatasan dalam melakukan berbagai aktivitas mulai diterapkan. Dari kota besar hingga ke pelosok kampung dan pedesaan; dianjurkan untuk tidak lagi keluar rumah terkecuali dalam keadaanmendesak. Bagi kebanyakan orang, anomali ini merupakan hal yang begitu berat, mengingat masyarakat sudah terbiasa melakukan aktivitas intra sosial, dan dalam sekejap mata hal tersebut menjadi situasi yang janggal. Berbeda dengan orang yangmemang terbiasa bekerja dirumah (studio).

Kesadaran terhadap perubahan pola kehidupan masyarakat menjadi perhatian bagisatu sama lain, sehingga situasi ini memancing pula perubahan kondisi psikologis mereka. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan pun berupaya membangkitkan gairah masyarakat melalui mekanisme “kehidupan baru”, agar perekonomian dapat kembali stabil dan masyarakat bisa menjalani kehidupan normal dengan aturan yang disepakati akibat pandemi ini. Semboyan tetap jaga kesehatan, jaga jarak dan mengikuti aturan untuk menggunakan masker dan selalu mencuci tangan, menjadi standar perilaku yang harus ditaati untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Semua aspek kehidupan mau tidak mau harus menyesuaikan dengan keadaan terkini, walaupun penyesuaian tersebut bukanlah perihal yang mudah. Pemerintah
maupun masyarakat harus saling mengingatkan dan memberi pesan positif kesesama dengan cara yang beragam, agar sama-sama harus terus berjuang untuk mengantisipasi wabah ini.

Menanggapi fenomena tersebut, Grafis Huru Hara (GHH) sebagai kolektif seniman grafis, berinisiasi mengajak seniman dan publik untuk ikut serta menyuarakan pesan positif kepada sesama. Pesan ini adalah bentuk kepedulian bagi sesama dan diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk kita semua. Melalui medium poster, GHH ingin berkampanye dalam bentuk visual dengan menyebarkan pesan- pesan positif, semisal menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, tetap waras, saling menjaga keluarga, selalu berolahraga, bercocok tanam secara mandiri demi menjaga ketahanan pangan, serta pesan pesan kebaikan lainnya.

Selama periode open call, dari sekitar 50 karya yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia, GHH akhirnya memilih 30 seniman terpilih, dan 6 seniman undangan. Pemilihan 36 karya ini tentunya dikurasi dengan tetap mempertimbangkan kecenderungan visual, tema dan konsep. Seniman yang terpilih pada pameran ini menampilkan karya yang beragam dan menarik di dalam merespon tajuk “Di Rumah Tak Berarti Melemah”. Para seniman menyuarakan pesan tersebut melalui cara mereka masing masing, elemen visual yang dihadirkan pada karya pun tidak seperti layaknya sebuah poster pada umumnya saja, namun diolah kembali menjadi bentuk artistik seni grafis yang membuat para audience tak hanya bisa membaca pesan secara tersirat, namun diharapkan dapat menginterpretasikan bentukan visual lewat simbol, medium karya, warna, bentuk dan komposisi yang dihadirkan. Bahasa visual memiliki sifat multi-tafsir yang memungkinkan untuk memaparkan informasi tanpa harus menggunakan teks secara verbal. Hal ini menjadi menarik, mengingat semangat eksploratif dan eksperimentatif yang diusung GHH dalam berkarya akhirnya
dapat menjadi pertimbangan dalam memilih karya seniman seniman ini, terutama dalam merepresentasikan tajuk tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang juga dialami oleh para seniman yang berpartisipasi. Setidaknya dengan hadirnya karya-karya ini, seniman lewat pameran ini, dapat mengabarkan pada dunia bahwa mereka masih tetap produktif meskipun dalam masa pandemi.

Karya karya terpilih akan dipresentasikan secara daring melalui laman www.gallery.gudskul.art dan juga akan disebarkan melalui akun sosial media, dengan harapan dapat menyentuh semua elemen lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Semoga pesan positif ini kedepannya dapat menginspirasi masyarakat agar dapat selalu tetap berkreasi walau dalam situasi yang sulit seperti ini.

Selamat menikmati pameran ini dari rumah, jangan melemah dan pantang menyerah!

Grafis Huru Hara
2020

 

Grafis Huru Hara (GHH) adalah kelompok seniman grafis asal Jakarta yang didirikan pada 2012. GHH menempatkan perhatian pada metode eksplorasi, eksperimentasi, serta edukasi dengan menggunakan seni grafis sebagai media utama. Program-program yang dilakukan oleh GHH meliputi pameran, kelas seni grafis, residensi seni, serta berbagai macam proyek publikasi tentang seni grafis.

Seniman

 

Adi “Dhigelz”  (Depok)
Adit Mada  (Semarang)
Alienpang X Bronzelani  (Jakarta)
Angga Cipta P  (Jakarta)
Arief Atto  (Jakarta)
Arief Rachman  (Bekasi)
AY Sekar F  (Pekalongan)
Bhakti Tanza Lutfi  (Bogor)
Cut And Rescue  (Jakarta)
Daniella P  (Tangerang)
Degi Bintoro  (Jakarta)
Dennis Arham  (Bogor)
Devy Ikan Nurjanah  (Yogyakarta)
Ervance Havefun  (Yogyakarta)
Egga Jaya  (Bandung)
Fakri Syahrani  (Yogyakarta)
Galang A. M  (Bekasi)
Gusmarian  (Pekanbaru)
Hauritsa  (Jakarta)
Irvin Domi  (Jakarta)
Marishka Soekarna  (Depok)
M. Fachriza  (Yogyakarta)
M. Fajar Asrianto  (Solo)
Munif Rafi Zuhdi  (Yogyakarta)
Mushowir Bing  (Depok)
Novelino Adam  (Semarang)
Reza Kutjh  (Yogyakarta)
Rizal Eka Permana  (Yogyakarta)
Sigit Ramadhan  (Bandung)
Syaiful Ardianto  (Jakarta)
Spasi Kolektif  (Bekasi)
The Distillery  (Jakarta)
The Popo  (Bekasi)
Ungki Prasetyo  (Kuningan)
Wahyu Fitrianto  (Jakarta)
Wiratama  (Medan)

Katalog

Play Video