“MeRetas Batas”

PAMERAN INSTALASI BUSANA VIRTUAL

PEMBUKAAN PAMERAN
5 JULI 2020
PUKUL 16.00-17.30 WIB

DI AKUN YOUTUBE GUDSKUL

DURASI PAMERAN
5 – 25 JULI 2020

www.gallery.gudskul.art

Pengantar Kuratorial

 

Fenomena ‘Batas’ seringkali muncul dalam konteks progresi suatu entitas yang terhalang oleh bentuk limitasi eksternal maupun internal yang menghambat entitas tersebut untuk memanifestasikan Evolusi dirinya. Energi dan bahkan jagad semesta raya ini memiliki pola kesamaan untuk selalu melakukan ekspansi dari keadaan sebelumnya. Ketika proses ekspansi tersebut dibatasi oleh faktor obsolet (usang) yang menghalangi tumbuh kembangnya, maka batas itu harus ‘dihancurkan’. Sejatinya, “Batas” selalu netral. Entitas tersebut lah yang harus memutuskan, apakah Batas tersebut adalah faktor penghambat negatif, atau berkembang menjadi solusi positif untuk kepentingan yang lebih besar. Ketika itu lah, esensi sejati ‘Desain’ terjawab. Bahwa hakikat desain terjadi sebagai bentuk solusi dari problema yang ada (problem solving). Termasuk di dalam rancang busana (fesyen). Dalam The Fashion System, Barthes menjabarkan bahwa fesyen terjadi sebagai respon dari konteks masyarakat.

Berdasarkan itu, enam orang yang diantaranya terdiri dari peserta Short Course Fashion Branding & Identity di Gudskul dan staf pengajar Gudskul, memperlakukan brand yang mereka telurkan sebagai solusi problema sehari-hari yang menjadi batasan masing-masing. Konteks era pandemi, daur ulang barang bekas, pengolahan sampah rumah tangga dan limbah tekstil, desain-desain multifungsi, pencarian jati diri, penyembuhan luka batin, hingga strategi bercocok tanam merupakan batasan yang dirasa perlu untuk dijawab oleh seluruh peserta yang masing-masing tidak memiliki latar belakang pendidikan fesyen sebelumnya. Yang pasti, peserta melakukan aksi solutif untuk menyiasati batasan, sehingga sanggup menciptakan jalan untuk meretas dan memanifestasi, wujud ‘baru”’ mereka yang (semoga) lebih baik. Dari hati kami yang terdalam, untuk Gudskul dan masyarakat yang berjuang menembus ‘Batas’.

Sebuah Tribut, untuk Evolusi

Jakarta,
Ayu Dila dan Monica Hapsari

Seniman

 

Ayu Dilamar – UGLYISM
Bethany Burton – MamoLab
MG Pringgotono – STUFFO/labs
Monica Hapsari
Monika Fransiska – titik jeda
Ruth Priscilla – RudeRuth

Katalog

Play Video