Seniman Merespon Lirik Lagu

RURU Gallery dan RURURadio
mempersembahkan

“Seniman Merespon Lirik Lagu”

PEMBUKAAN:
Minggu, 2 Mei 2021 /20.00 WIB

PAMERAN:
2 – 9 Mei 2021
Buka hari Selasa – Minggu dari 13.00 – 19.00 WIB (kecuali Senin dan hari libur nasional)

 

RURU Gallery
Gudskul Ekosistem,
Jl. Durian Raya 30A,
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Sebuah lagu dengan lirik yang bagus bisa menjadi menghantar sebagian kehidupan dari seseorang. Lagu ini akan selalu menjadi memori untuk kapan pun. Lagu ini juga yang mungkin merubah kehidupan seseorang. Dan lagu ini juga yang mungkin bisa direspon dengan cara apa pun.

Selama pandemi 2020, RURUradio mempunyai program musik baru dengan nama QiuQiu. Program ini merupakan tangga lagu rilisan baru dari band-band indie yang ada di Indonesia. Dan dari program ini, RURUradio memilih 10 lagu untuk direspon. Lagu-lagu tersebut adalah:
• Rekah / Kabar Dari Dasar Botol
• Loka / Pandir
• Fleur! / Merona
• Pemuda Sinarmas / Kebut Asmara
• Joe Million / Kebanyakan Sinte
• Dom65 / Tiga puluh Tahun Pengangguran
• Hara / Ati Bolong
• Elkarmoya / Gracias
• Dere / Kota
• The Panturas ft. Adipati ‘The Kuda’ / Balada Semburan Naga

Mengundang Seniman:

Adi Dhigelz
Alienpang
Amy Simonyetbali
Angga Cipta
Anita Bonit
Arief Atto
Arief Rachman
Dakjoah
Daniella Praptono
Ervance Havefun
Gustiend
Indriatma Sitorus
Irvin Domi
M. Sigit Budi
Moch Hasrul
Nanda
UBE
Nori
Ricky Janitra
Remi
SMTRGLR
Syaiful Ardianto
Wiratama
Zulfikar Arief

RURUradio mencoba memaksa teman-teman seniman Gudskul untuk kembali berkarya secara manual dengan merespon lirik-lirik lagu pilihan tersebut. Paksaan ini cukup memancing perhatian teman-teman seniman. Sebagian dari mereka ada yang mengenal beberapa lagu dan sebagian tidak.

Keterpaksaan menjadi titik temu yang menarik dari pameran ini. Mereka dipaksa untuk mendengar lagu yang belum pernah didengar sebelumnya, terpaksa memilih lirik lagu yang mungkin berhubungan dengan mereka (atau bahkan tidak), terpaksa berkompromi dengan deadline yang ketat dan terpaksa membuat karya dengan teknik manual yang ukurannya sudah ditentukan. Dengan keterpaksaan ini, sejauh mana masing-masing bisa berinterpretasi dengan lagu-lagu tersebut dan mengalihwahanakan ke medium dua dimensi.

Kalaupun dipaksa untuk merespon, semua seniman yang terlibat dapat menyembunyikannya dengan baik (setidaknya seperti yang saya lihat), walaupun mereka tidak memaksa memberitahu kita untuk menikmati karyanya masing-masing.

Selamat menikmati!

Hauritsa / RURUradio